headerphoto

Penyelewengan BLT Wawonii Dilaporkan di Polda Sultra

Kamis, 30 Oktober 2008 09:28:45 - oleh : admin

Kendari, KP

            Program pemerintah dalam Bantuan Langsung Tunai (BLT) diharapkan dapat membantu masyarakat miskin, atas konpensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), namun BLT yang disalurkan di Pulau Wawonii, tepatnya Kecamatan Wawonii Timur, bukannya membawa masyarakat miskin setempat keluar dari persoalan kimiskinan, namun justru menuai persoalan baru yang menuntut penyelesaian secara hukum. Bagaimana tidak, sebanyak 175 kupon BLT, dengan nilai Rp 700 ribu per kupon dari 10 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Wawonii Timur, tidak sampai di tangan masyarakat. Anehnya, dalam penyaluran BLT itu seharusnya kepala desa mengetahui langsung penyaluran dana itu, namun karena ulah oknum kepala pos setempat yang memberi kuasa terhadap pihak lain, guna menyalurkan dana itu, alhasil banyak kupon BLT yang tak sampai ke tangan yang berhak. Makanya, sejumlah kepala desa didampingi Gerakan Anti Korupsi (GAK) Pro SBY-JK Sultra mengadukan penyelewengan kasus itu ke Polda Sultra.

            Muh Thayeb Demara SE, ketua GAK Pro SBY-JK Sultra yang ditemui usai mendampingi sejumlah kepala desa melaporkan dan menyerahkan data penyimpangan dana BLT mengatakan, pihaknya hanya menyahuti aspirasi masyarakat setempat agar penyelewengan itu diusut secara hukum, dan yang terpenting masyarakat misikin yang tidak kebagian dana BLT, bisa menerima haknya. Ungkapnya, telah terjadi penyimpangan dana BLT di sebelas desa di Kecamatan Wawonii Timur, yakni Desa Tekonea, Tekonea, Dimba, Mata Dimba, Polara, Lebo, Munse Indah, Ladianta, Tondonggito, Wakadawu, Mosolo dan         

Kelurahan Munse. "BLT yang diterima setiap masyarakat miskin itu berjumlah Rp 700 ribu untuk dua kali penerimaan," ungkapnya.

            Lebih jauh Thayeb merinci penyimpangan BLT itu, masyarakat Desa  Tekonea yang mendapat BLT sebanyak 122  orang, namun masyarakat yang menerima hanya 96 orang, sementara sisanya 26 orang tak menerima BLT.  Masyarakat Desa  Dimba mendapat 102 Kupon BLT, namun yang disalurkan hanya  91  Kupon. Masyarakat Desa Mata Dimba mendapat 86 kupon BLT, sedang yang tersalur hanya 79 kupon. Masyarakat Desa  Polara mendapat 137 kupon BLT, tetapi yang tersalur hanya 137 Kupon. Masyarakat Desa Lebo mendapat 139 kupon BLT, yang tersalur hanya 118 kupon. Masyarakat Desa Munse mendapat 72 kupon BLT, tetapi hanya 64  kupon yang tersalur. Masyarakat Desa Ladianta mendapat 97 kupon BLT, tetapi yang tersalur hanya 86  kupon. Masyarakat

Desa  Tondongito mendapat kupon BLT sebanyak 97 kupon, namun yang tersalur hanya 93  kupon. Masyarakat Desa Wakadawu mendapat 100 kupon BLT, namun hanya  82  kupon yang tersalur. Masyarakat Desa  Mosolo mendapat 184 kupon BLT, tetapi hanya 154 kupon yang tersalurkan. Masyarakat Kelurahan Munse mendapat 106 kupon BLT, tetapi yang tersalur hanya 96 kupon. "Jika diakumulasi terdapat 175 kupon BLT yang tak sampai ditangan masyarakat, sehingga total kerugian negara Rp 122 juta lebih. Ini harus ditindaklanjuti secepatnya aparat kepolisian, karena menyangkut kebutuhan vital masyarakat setempat," katanya tegas.

            Selain itu lanjutnya,  penerima BLT umumnya di Kepulauan Wawonii khususnya di 10 desa dan 1 kelurahan itu di tahun 2008, rata-rata tidak pernah menerima BLT ditahun 2005. "Jadi data penerima BLT itu diperoleh dari mana, sementara data yang dijadikan dasar penerima BLT adalah data tahun 2005. Penyalahgunaan fungsi jabatan dan proses penyaluran BLT memiliki potensi di Wawonii secara menyeluruh, dan yang mesti bertanggungjawab atas penyelewengan itu adalah Laasa Nippos, selaku kepala kantor pos di Wawonii, karena telah bekerja sama dengan beberapa oknum pegawai negeri yang ia berikan kuasa menyalurkan BLT ke masyarakat," bebernya.

            Sementara, Rifai salah satu kepala desa di Kecamatan Wawonii Timur, tepatnya Desa Tekonea mengatakan, sebagai pimpinan di Desa Tekonea, ia tak pernah dilibatkan dalam penyaluran BLT itu, dan setelah ditelusuri, rupanya ada warganya yang tak mendapat BLT, padahal warganya itu tertera sebagai penerima BLT. "Di desa saya terdapat 122 asyarakat miskin yang menerima BLT, tetapi yang menerima hanya 96 orang. Dana BLT itu dikemanakan, saya berharap aparat dapat mengusut tuntas kasus ini," tegasnya.

            AKP Serang Atmaja, Kanit 1 Sat III Pidana Korupsi Polda Sultra yang menerima laporan itu mengatakan, pihaknya akan mempelajari laporan itu, dan secepatnya disampaikan kepada atasannya, untuk ditindaklanjuti. (Cr5)

 

Penyelewengan BLT di Pulau Wawonii

 

Desa                           Jumlah Kartu BLT    Jumlah Penerima

Desa  Tekonea             122  kupon                   96 orang                      

Desa  Dimba                102 kupon                    91  orang

Desa Mata Dimba        86 kupon                      79 orang

Desa  Polara                 137 kupon                    137 orang

Desa Lebo                   139 kupon                    118 orang

Desa Munse                 72 kupon                      64  orang

Desa Ladianta             97 kupon                      86  orang

Desa  Tondongito         97 kupon                      93  orang

Desa Wakadawu          100 kupon                    82  orang

Desa  Mosolo               184 kupon                    154 orang

Kelurahan Munse         106 kupon                    96 orang

 

175 Kupon tak sampai di tangan masyarakat

Total kerugian negara Rp 122 Juta lebih

 

sumber data : GAK Pro SBY-JK Sultra

kendaripos.co.id ~ 02/09/2008

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Dhuafa" Lainnya