headerphoto

BLT Dicairkan, Warga Tak Antusias

Kamis, 30 Oktober 2008 09:31:37 - oleh : admin

KPK Minta Polri Laporkan Penyelewengan BLT


Oleh : Rafael Sebayang

Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memonitor proses penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), khususnya di tingkat pusat.

Untuk pengawasan di daerah-daerah, KPK bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan. “Yang kita awasi adalah penyaluran di pusat. Kalau di daerah sampai ke desa-desa itu tidak mungkin kita lakukan. Makanya kita bekerja sama dengan kejaksaan dan kepolisian,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi kepada SH, Sabtu (24/5). Saat ditanya teknis pengawasan penyaluran dana BLT yang mencapai Rp 52 triliun tersebut, Johan enggan memerincinya. Namun, proses pengawasan itu sudah dilakukan sejak dana BLT digulirkan.
Berkaitan dengan pengawasan itu, KPK juga mengandalkan laporan atau temuan dari masyarakat. Laporan hasil audit keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan BPK Provinsi (BPKP) juga akan menjadi pegangan KPK untuk mengetahui adanya kecurangan yang dilakukan pejabat negara di tingkat pusat dalam penyaluran dana BLT.


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menjelaskan sehubungan dengan besarnya gelombang penolakan terhadap penyaluran BLT, Polri sudah menyiagakan anggotanya di daerah, tepatnya di kantor pos atau kelurahan.


Pencairan dana BLT Sabtu (24/5) ini, melalui kantor pos. Tetapi kali ini, suasananya berbeda dengan saat pencairan BLT tahun 2005 silam. Masyarakat terlihat tidak terlalu antusias sehingga kantor pos tidak terlalu ramai oleh antrean warga.


“Saya kemarin sudah kecele. Jadi hari ini, ya untung-untungan saja. Kami miskin, jadi, ya tetap butuh untuk membeli beras dan kebutuhan sehari-hari,” kata Harno dari Kelurahan Kebonharjo, Semarang Utara.


Warga yang mengambil BLT di Kantor Pos Besar di Jalan Pemuda, Semarang terlihat sedikit, tidak sampai terjadi antrean. Jumlah cukup banyak terdapat di Kantor Pos Jalan Hassanuddin, tetapi di sini pun warga terlihat sangat sabar.
Menurut pantauan SH, suasana seperti itu selain terlihat di Semarang juga terjadi di Padang, Surabaya, Makassar, dan Bandung. Demikian pula di Palembang, penyaluran BLT hari ini tidak disambut warga dengan antusias. Ini terlihat dari sepinya loket-loket di Kantor Pos Besar Jalan Merdeka. Loket yang telah buka sejak pukul 06.30, masih sepi hingga pukul 08.30 WIB. Namun menurut pengakuan warga, hal itu karena mereka tidak mendapat informasi yang jelas kalau BLT bisa dicairkan hari ini. Mereka sudah datang ke kantor pos kemarin (Jumat, 23/5), tapi ternyata ditunda.


Pembagian BLT di Surabaya juga berlangsung lancar. Beberapa kantor pos sudah siap membuka loket tambahan, tetapi hingga pukul 10.00, loket-loket itu terlihat masih sepi karena belum banyak warga yang melakukan pencairan. “Kami sudah sosialisasikan pada warga, dan loket ini kami buka sampai sore nanti,” kata Budi Pramono, Deputi Umum Kantor Wilayah Usaha Pos VII Jatim.
Sedangkan di Kantor Pos Besar di Makassar, para penerima BLT mengantre sejak pagi, setelah kemarin tertunda.


Pembayaran BLT di Kota Bandung di Kantor Pos Andir, sempat ditinjau oleh Gubernur Jawa Barat Dani Setiawan. Kendati demikian, penerima BLT ternyata tidak tahu kalau selain diberi uang tunai, mereka juga akan diberi minyak goreng, gula, serta beras. Menurut Kepala Wilayah V PT Pos Indonesia, Dasuki, PT Pos Indonesia hanya diperintahkan untuk membayar BLT dalam bentuk uang.


Penyaluran BLT di wilayah Jakarta juga mulai dilakukan Sabtu pagi ini. Menurut Kepala Subdis Statistik Sosial BPS DKI Jakarta Sri Tanto Budi, penyaluran BLT di Jakarta Pusat dipusatkan di Kantor Pos Besar di Jalan Perunggu, Kemayoran, Gang Tengah Percetakan Negara. Di wilayah Jakarta Timur dipusatkan di Jalan Pemuda, Batu Ampar Jalan Raya Condet, Jakarta Barat di Jalan Daan Mogot, Kebun Jeruk dan Kalideres, di wilayah Jakarta Selatan dipusatkan di Kantor Pos Jalan Fatmawati dan Tebet Barat. Di wilayah Jakarta Utara dipusatkan di Kantor Pos di Jalan Swasembada dan Kelapa Gading Barat.


Penyaluran BLT di Jakarta juga disaksikan sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Sebut saja, Menko Kesra memantau penyaluran BLT di Kantor Pos Besar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Menko Polkam Widodo AS di Kantor Pos di Jalan Kawi-kawi, Salemba, juga Jakarta Pusat, serta Mensos Bachtiar Chamsyah di Kantor Pos Pemuda Jalan Pemuda Ra-wamangun, Jakarta Timur.


Khusus di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Djoko Ramadhan, pembagian BLT ditargetkan selesai seluruhnya Jumat (30/5) mendatang.

Tak Ada Alasan Tolak
Mensos Bachitar Chamsyah menegaskan tidak ada alasan bagi pejabat di daerah untuk menolak penyaluran BLT, karena pejabat di daerah harus patuh pada instruksi presiden. “Pemerintahan ini satu, kalau kita ingin bangun negara yang kuat maka kita harus patuh pada aturan yang ada,” katanya saat meninjau penyaluran BLT di Kantor Pos Jl. Pemuda, Jakarta Timur, pagi ini.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan para menterinya untuk mengecek jalannya pembagian BLT di sejumlah kantor pos.

(djo/sir/nun/ani/dio/dre/nuk/nor/van/din)

sinarharapan.co.id ~ 24/05/2008

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Dhuafa" Lainnya