BLT Dicairkan, Warga Tak Antusias
KPK Minta Polri Laporkan Penyelewengan BLT
Oleh : Rafael Sebayang
Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memonitor proses penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), khususnya di tingkat
pusat.
Untuk pengawasan di daerah-daerah, KPK bekerja sama dengan
kepolisian dan kejaksaan. “Yang kita awasi adalah penyaluran di pusat. Kalau di daerah sampai
ke desa-desa itu tidak mungkin kita lakukan. Makanya kita bekerja
sama dengan kejaksaan dan kepolisian,” kata Juru Bicara KPK Johan
Budi kepada SH, Sabtu (24/5). Saat ditanya teknis pengawasan
penyaluran dana BLT yang mencapai Rp 52 triliun tersebut, Johan
enggan memerincinya. Namun, proses pengawasan itu sudah dilakukan
sejak dana BLT digulirkan.
Berkaitan dengan pengawasan itu, KPK juga mengandalkan laporan atau
temuan dari masyarakat. Laporan hasil audit keuangan dari Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) dan BPK Provinsi (BPKP) juga akan menjadi
pegangan KPK untuk mengetahui adanya kecurangan yang dilakukan
pejabat negara di tingkat pusat dalam penyaluran dana BLT.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menjelaskan
sehubungan dengan besarnya gelombang penolakan terhadap penyaluran
BLT, Polri sudah menyiagakan anggotanya di daerah, tepatnya di
kantor pos atau kelurahan.
Pencairan dana BLT Sabtu (24/5) ini, melalui kantor pos. Tetapi kali
ini, suasananya berbeda dengan saat pencairan BLT tahun 2005 silam.
Masyarakat terlihat tidak terlalu antusias sehingga kantor pos tidak
terlalu ramai oleh antrean warga.
“Saya kemarin sudah kecele. Jadi hari ini, ya untung-untungan saja.
Kami miskin, jadi, ya tetap butuh untuk membeli beras dan kebutuhan
sehari-hari,” kata Harno dari Kelurahan Kebonharjo, Semarang Utara.
Warga yang mengambil BLT di Kantor Pos Besar di Jalan Pemuda,
Semarang terlihat sedikit, tidak sampai terjadi antrean. Jumlah
cukup banyak terdapat di Kantor Pos Jalan Hassanuddin, tetapi di
sini pun warga terlihat sangat sabar.
Menurut pantauan SH, suasana seperti itu selain terlihat di Semarang
juga terjadi di Padang, Surabaya, Makassar, dan Bandung. Demikian
pula di Palembang, penyaluran BLT hari ini tidak disambut warga
dengan antusias. Ini terlihat dari sepinya loket-loket di Kantor Pos
Besar Jalan Merdeka. Loket yang telah buka sejak pukul 06.30, masih
sepi hingga pukul 08.30 WIB. Namun menurut pengakuan warga, hal itu
karena mereka tidak mendapat informasi yang jelas kalau BLT bisa
dicairkan hari ini. Mereka sudah datang ke kantor pos kemarin (Jumat,
23/5), tapi ternyata ditunda.
Pembagian BLT di Surabaya juga berlangsung lancar. Beberapa kantor
pos sudah siap membuka loket tambahan, tetapi hingga pukul 10.00,
loket-loket itu terlihat masih sepi karena belum banyak warga yang
melakukan pencairan. “Kami sudah sosialisasikan pada warga, dan
loket ini kami buka sampai sore nanti,” kata Budi Pramono, Deputi
Umum Kantor Wilayah Usaha Pos VII Jatim.
Sedangkan di Kantor Pos Besar di Makassar, para penerima BLT
mengantre sejak pagi, setelah kemarin tertunda.
Pembayaran BLT di Kota Bandung di Kantor Pos Andir, sempat ditinjau
oleh Gubernur Jawa Barat Dani Setiawan. Kendati demikian, penerima
BLT ternyata tidak tahu kalau selain diberi uang tunai, mereka juga
akan diberi minyak goreng, gula, serta beras. Menurut Kepala Wilayah
V PT Pos Indonesia, Dasuki, PT Pos Indonesia hanya diperintahkan
untuk membayar BLT dalam bentuk uang.
Penyaluran BLT di wilayah Jakarta juga mulai dilakukan Sabtu pagi
ini. Menurut Kepala Subdis Statistik Sosial BPS DKI Jakarta Sri
Tanto Budi, penyaluran BLT di Jakarta Pusat dipusatkan di Kantor Pos
Besar di Jalan Perunggu, Kemayoran, Gang Tengah Percetakan Negara.
Di wilayah Jakarta Timur dipusatkan di Jalan Pemuda, Batu Ampar
Jalan Raya Condet, Jakarta Barat di Jalan Daan Mogot, Kebun Jeruk
dan Kalideres, di wilayah Jakarta Selatan dipusatkan di Kantor Pos
Jalan Fatmawati dan Tebet Barat. Di wilayah Jakarta Utara dipusatkan
di Kantor Pos di Jalan Swasembada dan Kelapa Gading Barat.
Penyaluran BLT di Jakarta juga disaksikan sejumlah anggota Kabinet
Indonesia Bersatu. Sebut saja, Menko Kesra memantau penyaluran BLT
di Kantor Pos Besar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Menko Polkam
Widodo AS di Kantor Pos di Jalan Kawi-kawi, Salemba, juga Jakarta
Pusat, serta Mensos Bachtiar Chamsyah di Kantor Pos Pemuda Jalan
Pemuda Ra-wamangun, Jakarta Timur.
Khusus di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. Menurut Bupati
Kepulauan Seribu, Djoko Ramadhan, pembagian BLT ditargetkan selesai
seluruhnya Jumat (30/5) mendatang.
Tak Ada Alasan Tolak
Mensos Bachitar Chamsyah menegaskan tidak ada alasan bagi pejabat di
daerah untuk menolak penyaluran BLT, karena pejabat di daerah harus
patuh pada instruksi presiden. “Pemerintahan ini satu, kalau kita
ingin bangun negara yang kuat maka kita harus patuh pada aturan yang
ada,” katanya saat meninjau penyaluran BLT di Kantor Pos Jl. Pemuda,
Jakarta Timur, pagi ini.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan para
menterinya untuk mengecek jalannya pembagian BLT di sejumlah kantor
pos.
(djo/sir/nun/ani/dio/dre/nuk/nor/van/din)
sinarharapan.co.id ~ 24/05/2008

Visitors :15324 Org
Hits : 60445 hits
Month : 442 Users
